Bekasi, Bekasinesia.com–Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Bekasi Raya menggelar pengajian dan silaturahmi rutin di kediaman salah satu alumni PII di Perumahan Margahayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (26/10/2025). Kegiatan ini dihadiri alumni lintas angkatan, termasuk mantan Ketua Umum PB PII era 1980-an, Agus Salim.
Dalam pemaparannya, Agus—akrab disapa Cak Agus—menekankan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan serta penguatan PII menghadapi dinamika zaman. Ia mengungkapkan, pada era Orde Baru, PII aktif dalam pembinaan pelajar muslim di Indonesia.

Menurutnya, pada masa itu tantangan kelompok kiri menjadi perhatian tersendiri bagi PII. Ia mengaku beberapa kali diundang untuk berdiskusi oleh kelompok tersebut, namun memilih tidak hadir.
“Meski saya tolak hadir, saya tetap memantau pergerakan mereka,” ujarnya.
Forum pengajian menilai peran PII penting untuk kembali diperkuat dalam pembinaan pelajar, khususnya di Bekasi. Kekhawatiran muncul seiring informasi meningkatnya jumlah pelaku LGBT yang disebut mencapai ribuan di kota tersebut. Selain itu, pergaulan bebas dinilai semakin mengkhawatirkan, seiring berkembangnya pusat perbelanjaan di Bekasi.
Kondisi tersebut disebut menjadi pekerjaan rumah bagi umat Islam, termasuk PII, dalam melakukan pembinaan generasi muda.

“Peran pendidikan agama perlu dikuatkan untuk generasi muda,” kata Hans Muntahar, salah satu anggota KB PII Bekasi Raya.
Hans menambahkan, sejarah mencatat keberhasilan advokasi aktivis PII pada era Orde Baru, termasuk dorongan terhadap legalisasi jilbab di sekolah. Selain itu, pelaksanaan shalat Jumat di sekolah juga disebut sebagai hasil kontribusi PII yang masih berlangsung hingga kini.*












