ICEC ke-8 2026 Universitas Panca Sakti Bekasi Soroti Tantangan Pendidikan Anak di Era Digital, Menkomdigi Jadi Keynote Speaker

Bekasi, Bekasinesia.com– Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) di era digital. Lebih dari 18 juta anak Indonesia saat ini tumbuh dalam lingkungan yang dipengaruhi layar gawai, internet, algoritma, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Persoalan tersebut menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan The 8th International Conference on Early Childhood Education (ICEC) 2026 yang akan digelar Universitas Panca Sakti Bekasi pada Sabtu (20/6/2026).

Mengusung tema “Digital Transformation in Early Childhood Education to Realize Inclusive, Safe, and Good Character Generation”, konferensi internasional ini akan dilaksanakan secara hibrid dengan pusat kegiatan di kampus Universitas Panca Sakti Bekasi serta diikuti peserta secara daring melalui Zoom.

Konferensi ini semakin istimewa karena menghadirkan Meutya Viada Hafid sebagai *keynote speaker*. Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai arah kebijakan transformasi digital yang ramah anak dan mendukung penguatan karakter sejak usia dini.

Rektor Zaharuddin mengatakan bahwa penyelenggaraan ICEC ke-8 merupakan bagian dari komitmen Universitas Panca Sakti Bekasi dalam memperkuat kontribusi akademik Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, isu transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini perlu dibahas secara komprehensif agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tumbuh kembang anak.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi, Nita Priyanti, menegaskan bahwa ICEC menjadi ruang penting untuk mendiskusikan digitalisasi PAUD secara ilmiah, kritis, dan bertanggung jawab.

Ketua Panitia ICEC 2026, Ajat, mengatakan bahwa konferensi ini tidak hanya dirancang sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi global dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anak usia dini.

“Kami ingin ICEC ke-8 menjadi momentum untuk memperkuat jejaring global PAUD. Transformasi digital harus ditempatkan sebagai sarana untuk menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih aman, inklusif, bermakna, dan menggembirakan,” ujar Ajat.

Forum internasional ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai negara. Matthew Anderson akan memaparkan perspektif mengenai inklusivitas digital. Sementara itu, Payal Shah dari Amerika Serikat akan membahas perkembangan riset pendidikan anak usia dini. Perspektif kawasan Asia akan disampaikan oleh Mariani Md Nor, yang mengangkat isu pengembangan anak usia dini di tengah perubahan sosial dan teknologi. Selain itu, Ajat akan mempresentasikan kajian mengenai implementasi media pembelajaran digital bagi anak usia dini .

Tidak kurang dari 30 presenter dari berbagai institusi pendidikan dan organisasi turut memaparkan hasil penelitian serta praktik baik terkait pendidikan anak usia dini di era digital. Panitia menargetkan ICEC 2026 menjadi forum pertukaran gagasan yang mampu menghasilkan rekomendasi akademik sekaligus praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Peserta konferensi akan memperoleh e-sertifikat, akses terhadap materi para pembicara, kesempatan membangun jejaring internasional, serta peluang publikasi dalam prosiding konferensi.*