Bekasi, Bekasinesia.com–Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, melayat ke rumah duka almarhumah Husnul Khotimah pada Ahad (15/2/2026). Almarhumah merupakan istri dari tokoh pejuang tersohor Bekasi, almarhum Muhammad Dachlan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Dachlan.
Wakil Wali Kota, Abdul Harris Bobihoe, tiba lebih awal di lokasi sekira pukul 08.20 WIB. Tak berselang lama, Wali Kota Tri Adhianto menyusul hadir di kediaman duka yang terletak tepat di samping Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kehadiran dua pucuk pimpinan Kota Patriot tersebut disambut langsung oleh Mahfud Dachlan, putra almarhumah yang mewakili keluarga besar Haji Dachlan. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut saat para pemimpin daerah menyatakan belasungkawa yang mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat jenazah bersama jamaah lainnya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap mendiang yang merupakan bagian dari keluarga tokoh penting di Bekasi.

Mahfud Dachlan menuturkan bahwa ibundanya wafat pada usia 65 tahun. Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya pada Ahad dini hari, tepatnya pukul 04.05 WIB, setelah sebelumnya sempat menunjukkan kondisi kesehatan yang stabil.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum wafat almarhumah sempat menunaikan ibadah shalat tahajud. Namun, secara tiba-tiba Husnul Khotimah mengeluhkan sesak napas serta kondisi tubuh yang melemas hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Kota Bekasi.
Setibanya di rumah sakit, tenaga medis segera memberikan tindakan darurat berupa pompa jantung untuk menyelamatkan nyawa almarhumah. Kendati demikian, upaya maksimal tersebut tidak membuahkan hasil dan almarhumah dinyatakan meninggal dunia.
”Maafkan Ibu ya,” ujar Mahfud dengan nada lirih kepada para pelayat yang terus berdatangan ke rumah duka. Permohonan maaf tersebut disampaikan mewakili almarhumah atas segala kesalahan yang mungkin dilakukan semasa hidup.
Kehadiran Tri Adhianto dan Harris Bobihoe dianggap sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap jasa-jasa keluarga besar Haji Dachlan bagi masyarakat Bekasi. Keduanya tampak memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan sebelum meninggalkan lokasi.
Jenazah almarhumah Husnul Khotimah dimakamkan ba’da Dzuhur. Lokasi pemakaman dipilih di tempat pemakaman yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi.*







