JAKARTA (Bekasinesia.com)— Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur) menjadi kementerian koordinator pertama yang melaksanakan Ekspose Manajemen Talenta di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir langsung dalam kegiatan tersebut di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
AHY menegaskan, keberhasilan organisasi pemerintahan tidak dapat bergantung pada keberuntungan. Menurut dia, diperlukan strategi serta kesiapan sumber daya manusia untuk memastikan organisasi mampu mencapai targetnya.
“Keberhasilan organisasi pemerintahan tidak dapat hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi membutuhkan strategi serta kesiapan sumber daya manusia. Luck is not a strategy,” tegas AHY.
Status Kemenko Infrastruktur sebagai kementerian koordinator pertama yang mengikuti ekspose tersebut, menurut AHY, merupakan bagian dari komitmen dalam membangun manajemen talenta di lingkungan kementerian yang dipimpinnya.
AHY hadir bersama 27 pejabat Kemenko Infrastruktur, mulai dari pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama hingga staf khusus. Ia juga menjadi salah satu dari 162 pimpinan instansi yang hadir secara langsung dalam rangkaian Ekspose Manajemen Talenta yang diselenggarakan BKN.
Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), AHY menaruh perhatian terhadap pengelolaan talenta ASN. Ia mengatakan, Kemenko Infrastruktur membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara kolaboratif untuk mengorkestrasi berbagai sektor pembangunan yang berada di bawah koordinasinya.
AHY juga menekankan pentingnya membangun “infrastruktur manusia” di tengah pembangunan infrastruktur fisik. Menurut dia, pembangunan membutuhkan ASN yang memiliki kompetensi dan integritas.
Karena itu, AHY berharap Manajemen Talenta tidak sekadar menjadi instrumen promosi dan mutasi pegawai. ASN dengan kapasitas dan kinerja terbaik perlu mendapatkan ruang untuk berkembang serta memberikan kontribusi lebih besar bagi organisasi.
Kepala BKN Prof. Zudan menyambut komitmen tersebut. Ia menegaskan BKN berperan sebagai pelatih atau coach bagi instansi pemerintah dalam menyiapkan ASN yang mampu menjalankan program pemerintahan secara efektif.
“BKN menyiapkan para ASN, dari harapan CEO sampai bupati dan wali kota. BKN harus menjadi coach atau pelatih agar ASN bisa cepat mengeksekusi program-programnya,” ujar Prof. Zudan.
Menurut dia, Indonesia memiliki sekitar 6,7 juta ASN yang menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan efektivitas pelaksanaan program pemerintah. Pergantian kepemimpinan dan dinamika pemerintahan juga membutuhkan ASN yang adaptif terhadap arah kebijakan.
Karena itu, pengelolaan ASN dinilai perlu bergerak dari pendekatan administratif menuju pengelolaan sumber daya manusia yang lebih strategis. Pendekatan tersebut mencakup kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi.
Kemenko Infrastruktur telah menerjemahkan komitmen tersebut melalui sejumlah langkah konkret. Dari 407 ASN di lingkungan Kemenko Infrastruktur, sekitar 92 persen merupakan pejabat fungsional dan pelaksana. Sebanyak 315 ASN telah mengikuti asesmen.
Kemenko Infrastruktur juga telah melakukan pemetaan talenta, mendalami calon suksesor, serta melakukan simulasi pengisian Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Selain itu, kementerian tersebut memanfaatkan e-Kinerja BKN dan menyiapkan penyimpanan data digital untuk mengintegrasikan informasi ASN.
Dalam ekspose tersebut, BKN memberikan sejumlah masukan, khususnya terkait penguatan data dan informasi kinerja ASN. BKN juga mendorong agar kontribusi nyata ASN terhadap organisasi mendapatkan pengakuan dan penghargaan.
AHY mengapresiasi pendampingan BKN dalam membangun birokrasi yang mampu bekerja lintas sektor, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
“The future of government is not silo-based. It is collaborative, agile, adaptive, and talent-driven,” ujar AHY.
Ia menegaskan kompetensi dan integritas akan menjadi pegangan utama dalam penguatan Manajemen Talenta di lingkungan Kemenko Infrastruktur.
“Kami semakin bersemangat. Kompetensi dan integritas menjadi kompas moral untuk kami. Mohon diingatkan terus,” pungkas AHY.*






