Ramadhan 1447 Berbahagia dengan Zakat Berdaya BMH

Jakarta (Bekasinesia.com)–Baitul Maal Hidayatullah (BMH) meluncurkan program Ramadhan Berbahagia dengan Zakat di Kopi Bangi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026).

Program yang didedikasikan untuk menyambut Ramadhan 1447 ini, bertujuan untuk mengoptimalisasi fungsi zakat sebagai komponen perekonomian Islam yang menyejahterakan dan membahagiakan. Bukan hanya untuk penerimanya (mustahiq), tetapi juga para muzakki (pemberi zakat).

Direktur Utama BMH, Supendi, menegaskan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh penerima zakat, tetapi juga oleh pemberinya. Ia mengutip hasil survei yang menyebutkan bahwa aktivitas memberi dapat menstimulasi otak menghasilkan hormon dopamin yang memunculkan rasa senang dan bahagia.

Supendi juga memaparkan peningkatan kepercayaan publik terhadap BMH sepanjang 2025. Penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah tercatat naik dari Rp269 miliar menjadi Rp302 miliar atau tumbuh 12,3 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator pengakuan masyarakat atas profesionalisme dan transparansi lembaga. Oleh karena itu, BMH menargetkan pencapaian Rp82 miliar pada 2026, meningkat dari realisasi Rp73 miliar pada tahun 2025.

 

Zakat Pemberdayaan

Salah satu yang membuat BMH mendapatkan apresiasi yang besar dari banyak umat Islam di negeri ini adalah pola bantuannya yang tidak “hit and run”. BMH dikenal dengan program-program pemberdayaan umat yang terasa manfaatnya secara berkelanjutan.

Seperti Pembangunan sumur bor yang dilakukan di Lombok Utara. Sebelumnya, masyarakat sekitar, terutama kaum ibu, harus memngambil air dengan berjalan sejauh 3,5 km. Dengan adanya sumur bor yang dibangun oleh BMH, kini mereka lebih dekat dengan sumber air bersih. Anak-anak mereka pun tidak perlu ditinggal dalam waktu lama dan lebih terdampingi.

Salah satu kegiatan yang diluncurkan dalam moment Ramadhan Berbahagia dengan Zakat 1447 ini adalah berbagi Bahagia dengan Buka Bersama dan Sahur. Kegiatan yang sekilas hanya berbagi makanan ini, sejatinya memiliki rantai pemberdayaan didalamnya. Makanan yang kelak tersaji, dimasak oleh para ibu tangguh yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga di Dapur Bahagia.

Jadi, selain masyarakat yang membutuhkan merasakan manfaat dari makanan yang dibagikan, para ibu pun turut tersenyum karena mendapatkan penghasilan tambahan dari Dapur Bahagia BMH.

Tak hanya di Ibu Kota dan sekitarnya, BMH juga konsisten menebar bantuan Ramadan kepada saudara-saudara kita, para penyintas bencana di Sumatera dan saudara-saudara kita di Palestina serta Sudan.* (Kartika)