Setu, Bekasinesia.com–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) di SD Muhammadiyah Setu, Bekasi, Sabtu (7/2).
Musypimda dihadiri Ketua PDM Kabupaten Bekasi Bakir Nurhadi, Sekretaris Ferial Abadi, Ketua PDA Sarinande, para pimpinan majelis dan lembaga, serta organisasi otonom (ortom) di bawah PDM, termasuk IMM dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Bakir Nurhadi mengatakan Musypimda dilaksanakan sebagai forum konsolidasi dan evaluasi kinerja organisasi, sekaligus untuk merencanakan agenda kerja ke depan.
“Agenda konsolidasi dan evaluasi organisasi ini dilakukan sebagai upaya membangun sinergi seluruh elemen persyarikatan dalam rangka meningkatkan dan mendukung tujuan program dakwah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Bakir Nurhadi berharap seluruh elemen majelis dan lembaga dapat saling bersinergi dalam membangun dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Dakwah di Persyarikatan Muhammadiyah menekankan pada dakwah bil hal yang berdampak langsung pada kemanfaatan bagi umat,” jelasnya.
Kegiatan Musypimda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari majelis, lembaga, dan organisasi otonom Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bekasi.
Laporan Majelis dan Lembaga
Majelis dan lembaga yang hadir serta menyampaikan laporan dan paparan program kerja antara lain Majelis Hukum dan HAM (MHH), Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Publik (LBH AP), Majelis Ekonomi dan UMKM, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan lainnya.
Sekretaris MHH, Rahmat Banu Widodo, mengatakan fokus program MHH meliputi advokasi industri, kompilasi hukum Islam, bantuan hukum, konsultasi dan pelayanan hukum, serta riset dan kajian hukum.
“Dengan kehadiran MHH, kami ingin memastikan tidak ada warga Bekasi yang tidak mendapatkan keadilan dan teraniaya hak-haknya sebagai warga sipil,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LBH AP Muhammadiyah, Guruh Putra, mengatakan LBH sebagai lembaga baru telah mulai bekerja dengan menangani kasus sengketa warga dengan salah satu rumah sakit swasta.
“Alhamdulillah, LBH AP Muhammadiyah sudah menangani kasus hukum warga. Ke depan, kami bersama MHH akan mengadakan pelatihan paralegal dari seluruh PCM dan ortom,” ungkapnya.
Ketua MDMC yang juga Wakil Sekretaris PDM, Dede Sulaiman, memaparkan bahwa bencana banjir yang terjadi di Bekasi beberapa waktu lalu cukup menguras energi dan perhatian, sesuai tugas pokok dan fungsi MDMC.
“Hujan kemarin tidak hanya menyebabkan banjir bertubi-tubi, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah, sehingga kami harus bekerja ekstra keras untuk melayani warga yang terdampak banjir,” katanya.
Sementara itu, Lembaga Haji dan Umrah Al Ma’un melaporkan perkembangan kegiatannya terkait penyelenggaraan haji dan umrah.
“Kami mengajak warga persyarikatan untuk bergabung bersama Lembaga Haji dan Umrah Al Ma’un dalam pendaftaran haji dan umrah,” jelasnya.*










