Jakarta, Bekasinesia.com–Legenda Persija Jakarta sekaligus legenda sepak bola Indonesia, Ismed Sofyan, menilai figur pelatih tim nasional Indonesia ke depan harus memiliki karakter kuat dan mampu menjadi panutan bagi pemain. Pesan itu disampaikan seiring kosongnya posisi pelatih kepala setelah pemberhentian Patrick Kluivert pekan lalu.
“Pelatih itu adalah mentor, pelatih itu adalah role model. Jadi memang betul-betul harus punya karakter dan jadi teladan untuk pemain,” kata Ismed dalam jumpa pers Lotte Bintang Muda Generasi Emas 2025 di Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).
Meski demikian, pemilik 53 caps bersama tim Garuda tersebut menilai pelatih lokal juga layak diberi kesempatan memimpin timnas, selama memenuhi kriteria profesional.
“Nggak ada salahnya kalau dikasih kepercayaan untuk pelatih-pelatih lokal kita juga,” ujarnya.
Menurut Ismed, kualitas tim tetap bergantung pada pemain yang tersedia bagi pelatih.
“Pelatih kan hanya bisa me-manage. Meracik tim tergantung kualitas pemain. Kalau pemainnya memadai, tidak sulit untuk meramu tim ini sebaik mungkin,” kata bek kanan yang pernah mempersembahkan gelar Liga Indonesia untuk Persija Jakarta itu.
Sementara itu, legenda Persib Bandung Atep Rizal menilai pelatih berkarakter dari Eropa juga patut dipertimbangkan, terutama mengingat target Indonesia menembus Piala Dunia 2030.
“Siapa pun nanti pelatihnya, pelatih lokal juga punya banyak kelas. Tapi untuk bersaing di level dunia, memang harus pelatih yang memiliki karakter kuat,” kata Atep.
Dalam lima tahun terakhir, Indonesia telah dilatih dua figur dari dua benua berbeda, yaitu Shin Tae-yong (Korea Selatan) dan Patrick Kluivert (Belanda). Keduanya memimpin skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebelum Indonesia tersingkir di putaran keempat usai kalah dari Arab Saudi dan Irak.*


